Wisata Desa Jrahi

Wisata Budaya desa jrahi

Lamporan merupakan kegiatan rutin yang dilakukan masyarakat Desa Jrahi pada tanggal  17 Agustus untuk memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan lamporan biasanya dilaksanakan pada malam hari pukul 19.00 WIB dengan mengelilingi lingkungan sekitar desa menggunakan obor dan diiringi dengan tabuhan kentongan. Puncak dari kegiatan lamporan yaitu masyarakat berkumpul di salah satu titik yang telah ditentukan kemudian melakukan hajatan atau doa dengan membawa nasi liwet dengan tujuan mendoakan dan menghormati para pahlawan terdahulu yang telah berjuang untuk kemerdekaan Republik Indonesia.

Sedekah Bumi Desa Jrahi dilaksanakan setiap satu tahun sekali, tepat pada bulan Jawa Apit hari Senin Pahing dan Selasa Pon. Sedekah Bumi ini bertujuan sebagai wujud rasa syukur masyarakat Desa Jrahi akan hasil bumi yang telah diperolehnya. Hal yang menarik dari pelaksanaan sedekah bumi di Desa Jrahi yaitu setiap rumah menyerahkan hasil bumi baik berupa sayur, buah atau olahan hasil bumi untuk dimasukkan kedalam pucak. Masyarakat juga membuat  tlandik (tempat makanan ramah lingkungan yang terbuat dari bahan bambu) yang diisi dengan makanan jadi, berupa nasi lauk pauk dan ayam atau ikan olahan.. Pucak yang berisi hasil bumi dan tlandik makanan ini dibawa dan diiringi dengan tongtek, arak-arakan dari setiap dukuh menuju punden desa untuk acara selametan (kondangan).

Barikan merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh setiap sektor RW yang ada di Desa Jrahi. Kegiatan barikan dilaksanakan setiap hari Jumat Wage di perempatan jalan dengan membawa jajan pasar atau bubur merah untuk didoakan, doa yang dilaksanakan ketika acara barikan dipimpin oleh seorang modin. Kegiatan barikan ini bertujuan sebagai rasa syukur dan doa agar senantiasa dimudahkan dan diberikan kelancaran dan keselamatan untuk bekerja sehari-hari.

Tongtek Ngudi Utomo adalah sandiwara yang berkembang dari kegiatan siskampling di Desa Jrahi. Tongtek Ngudi Utomo bergerak dibidang kesenian musik, tari dan tarik suara. Musik yang diciptakan oleh Tongtek Ngudi Utomo berasal dari perpaduan alat musik tradisional dan modern. Tongtek Ngudi Utomo kini dimainkan oleh dua golongan yaitu golongan tua dan golongan muda. Pemain lintas generasi ini menciptakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan, selain itu pemain lintas generasi juga bertujuan untuk regenerasi dan mencerminkan sikap saling gotong royong antar sesama masyarakat di Desa Wisata Pancasila Jrahi.

Pencik adalah kesenian bela diri menyerupai pencak silat, perbedaannya pencik menggunakan iringan instrumental berupa musik gamelan. Kesenian pencik diamainkan oleh dua orang pemain. Kesenian Pencik berkembang pada tahun 1975, dan sekarang sudah sedikit yang mengenal atau memainkan kesenian ini. Kesenian Pencik biasanya dipentaskan pada waktu acara acara tertentu seperti hajat dan sedekah bumi.