Wisata Desa Jrahi

Wisata desa jrahi

Berikut ini jenis -jenis wisata

Desa Jrahi

Lamporan merupakan kegiatan rutin yang dilakukan masyarakat Desa Jrahi pada tanggal  17 Agustus untuk memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan lamporan biasanya dilaksanakan pada malam hari pukul 19.00 WIB dengan mengelilingi lingkungan sekitar desa menggunakan obor dan diiringi dengan tabuhan kentongan. Puncak dari kegiatan lamporan yaitu masyarakat berkumpul di salah satu titik yang telah ditentukan kemudian melakukan hajatan atau doa dengan membawa nasi liwet dengan tujuan mendoakan dan menghormati para pahlawan terdahulu yang telah berjuang untuk kemerdekaan Republik Indonesia.

Jalur Pendakian Puncak Tanggulangsi MT. Muria memiliki ketinggian 1356 MdPL. Dari Puncak Tanggulangsi, pendaki dapat menikmati pemandangan tiga kabupaten sekaligus yaitu kabupaten Jepara, Kudus dan Pati. Puncak Tanggulangsi juga menyuguhkan pemandangan yang menarik yaitu panorama puncak puncak Muria seperti Puncak 29/Sapto Renggo, Gajah Mungkur, Termulus dan Pemandangan Desa Jrahi serta Desa Tempur Jepara.

Objek wisata Grenjengan Sewu merupakan salah satu wisata alam berupa air terjun yang terletak di area lahan perhutani di Desa Jrahi Kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati. Akses jalan menuju grenjengan sewu dapat diakukan dengan menggunakan sepeda motor atau berjalan kaki. Wisatawan dapat menikmati suguhan pemandangan alam yang eksotis, yaitu perpaduan antara pegunungan dan area persawahan yang berundak-undak. Air terjun Grenjengan Sewu memang tidak terlalu tinggi. Tingginya berkisar kurang lebih 7 meter, namun dinding-dindingnya terdapat batu alam, pepohonan besar, udara yang sejuk, aliran air yang jernih dengan suguhan batu batu kali besar, dan tambahan pemandangan kera yang bermain di pepohonan besar di atas air terjun menambah daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Sedekah Bumi Desa Jrahi dilaksanakan setiap satu tahun sekali, tepat pada bulan Jawa Apit hari Senin Pahing dan Selasa Pon. Sedekah Bumi ini bertujuan sebagai wujud rasa syukur masyarakat Desa Jrahi akan hasil bumi yang telah diperolehnya. Hal yang menarik dari pelaksanaan sedekah bumi di Desa Jrahi yaitu setiap rumah menyerahkan hasil bumi baik berupa sayur, buah atau olahan hasil bumi untuk dimasukkan kedalam pucak. Masyarakat juga membuat  tlandik (tempat makanan ramah lingkungan yang terbuat dari bahan bambu) yang diisi dengan makanan jadi, berupa nasi lauk pauk dan ayam atau ikan olahan.. Pucak yang berisi hasil bumi dan tlandik makanan ini dibawa dan diiringi dengan tongtek, arak-arakan dari setiap dukuh menuju punden desa untuk acara selametan (kondangan).

Barikan merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh setiap sektor RW yang ada di Desa Jrahi. Kegiatan barikan dilaksanakan setiap hari Jumat Wage di perempatan jalan dengan membawa jajan pasar atau bubur merah untuk didoakan, doa yang dilaksanakan ketika acara barikan dipimpin oleh seorang modin. Kegiatan barikan ini bertujuan sebagai rasa syukur dan doa agar senantiasa dimudahkan dan diberikan kelancaran dan keselamatan untuk bekerja sehari-hari.

Tongtek Ngudi Utomo adalah sandiwara yang berkembang dari kegiatan siskampling di Desa Jrahi. Tongtek Ngudi Utomo bergerak dibidang kesenian musik, tari dan tarik suara. Musik yang diciptakan oleh Tongtek Ngudi Utomo berasal dari perpaduan alat musik tradisional dan modern. Tongtek Ngudi Utomo kini dimainkan oleh dua golongan yaitu golongan tua dan golongan muda. Pemain lintas generasi ini menciptakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan, selain itu pemain lintas generasi juga bertujuan untuk regenerasi dan mencerminkan sikap saling gotong royong antar sesama masyarakat di Desa Wisata Pancasila Jrahi.

Pencik adalah kesenian bela diri menyerupai pencak silat, perbedaannya pencik menggunakan iringan instrumental berupa musik gamelan. Kesenian pencik diamainkan oleh dua orang pemain. Kesenian Pencik berkembang pada tahun 1975, dan sekarang sudah sedikit yang mengenal atau memainkan kesenian ini. Kesenian Pencik biasanya dipentaskan pada waktu acara acara tertentu seperti hajat dan sedekah bumi.

Tongtek Ngudi Utomo adalah sandiwara yang berkembang dari kegiatan siskampling di Desa Jrahi. Tongtek Ngudi Utomo bergerak dibidang kesenian musik, tari dan tarik suara. Musik yang diciptakan oleh Tongtek Ngudi Utomo berasal dari perpaduan alat musik tradisional dan modern. Tongtek Ngudi Utomo kini dimainkan oleh dua golongan yaitu golongan tua dan golongan muda. Pemain lintas generasi ini menciptakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan, selain itu pemain lintas generasi juga bertujuan untuk regenerasi dan mencerminkan sikap saling gotong royong antar sesama masyarakat di Desa Wisata Pancasila Jrahi.

Embung Mini Jrahi merupakan wisata alam buatan yang berupa embung yang berukuran kecil. Embung ini pada awalnya bertujuan untuk penampungan air tadah hujan yang dapat digunakan untuk pengairan kebun durian diwaktu kemarau. Latar belakang Embung Mini Jrahi yang menyuguhkan pemandangan pegunungan menawakan kecantikan tersendiri bagi wisatawan yang datang, sehingga kini Embung Mini Jrahi berkembang menjadi wisata alam buatan yang dilengkapi dengan fasilitas Cafe J’Kopi sebagai tempat pertemuan dan tempat nongkorong bagi pecinta kopi.

Gili Malang Jrahi meupakan spot selfie dan tempat santai yang dilengkapi dengan fasilitas MICE (meeting,Insentive,Convention, and Exbilition) secara terbuka yang mampu menampung ratusan orang.

Goa Jurang Gonggo Mino merupakan salah satu objek wisata buatan yang bernuansa alam yang ada di Desa Jrahi Kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati. Objek wisata Goa Jurang Gonggo Mino ini menyuguhkan pemandangan alam berupa pegunungan, jurang atau tebing dan goa. Konon menurut sesepuh di Desa Jrahi goa tersebut merupakan goa dalam cerita Pewayangan Parikesit. Kini goa tersebut telah dikelola dan dikembangkan untuk menjadi salah satu tujuan wisata di Desa Jrahi bagi wisatawan.

Njaringan Spot Selfie merupakan wisata alam buatan yang menyuguhkan berbagai spot selfie yang menarik, seperti pemanfaatan limbah akar sebagai background foto booth.

Pancur Songo merupakan salah satu objek wisata religi yang ada di Desa Jrahi Kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati. Pancur Songo sendiri yang berarti terdapat sembilan pancur air (aliran air) yang diyakini dapat memberikan pengaruh positif bagi pengunjung di objek tersebut. Akses wisatawan menuju objek wisata Pancur Songo sangatlah mudah karena dapat ditempuh dengan sepeda motor dan menuruni anak tangga untuk sampai di lokasi.

Vihara Sadhagiri merupakan tempat ibadah bagi umat agama Budha di Desa Jrahi, selain itu Vihara Sadhagiri juga merupakan salah satu rekomendasi objek wisata religi yang terletak di Desa Jrahi Kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati. Vihara ini mulai dibangun pada tahun 2009 dan diresmikan pada tahun 2013. Sejak diresmikan banyak orang yang datang bukan hanya untuk beribadah melainkan untuk berwisata, dikarenakan bukan hanya bangunannya yang indah dan megah pemandangan disekeliling bangunan dan taman yang ada di dalam vihara juga menambah indahnya pemandangan, jadi tidak heran jika banyak wisatawan yang tertarik untuk berfoto disana

Kolam Renang Dolanan Anak merupakan destinasi wisata edukasi yang ada di Desa Wisata Pancasila Jrahi. Wisata edukasi ini menerapkan tiga konsep pembelajaran  yaitu  meliputi learning by doing, learning by experience dan learning by playing.

The most affordable price

LEt's start
your journey!